Breaking News

BAKSOS UNTUK SEDULUR MUSLIM BLITAR SELATAN BERSAMA ME-DAN BLITAR

1

Blitar (Me-DAN.com) – Tim Relawan Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Blitar bersama Panti Asuhan Baitussalam, Panti Insan Madani, Pemilik Rumah Bekam Ibnu Shina mengadakan Bakti Sosial (Baksos) pada hari Ahad 17 Januari 2016 di Desa Panggungrejo Dusun Waru Siji Kabupaten Blitar Selatan.

Pengobatan Gratis Untuk Sedulur Muslim Blitar Selatan ini disambut baik oleh masyarakat Blitar Selatan, khususnya yang ada di Desa Panggungrejo ini, warga sangat antusias hadir untuk memeriksa kesehatan dengan metode Thibunnabawi (pengobatan sesuai tuntunan Rasulullah) ini.

Sahabat Me-DAN yang semoga kita senantiasa dalam perlindungan dan rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala, aksi sosial yang menggaet kerjasama dengan lembaga lembaga sosial lainnya ini, selain saling menjaga tali silaturahmi tetapi juga saling bekerjasama untuk menyatukan visi yaitu sama-sama berkomitmen untuk meng-aplikasikan kepedulian terhadap sesama dibidang kesehatan dan kemanusiaan. khususnya warga kurang mampu yang dikelilingi dengan hembusan “Sehat itu mahal” dan khusus warga Panggungrejo momok itu bertambah “sehat itu mahal dan jauh pula”.

“Acara ini kami adakan karena Kami (Me-DAN) senantiasa berkomitmen untuk terus peduli kepada sesama, Karena kita hidup di dunia ini kalau kita tidak berguna dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan lalu berguna kepada siapa lagi diri ini.” Ungkap Syamsul selaku Pimpinan Me-DAN Blitar.

Syamsul menambahkan “Aksi Bakti Sosial ini tidak hanya pengobatan saja tapi kita memberikan pemahaman mengenai jangan sampai kita terpengaruh oleh ideologi sesat seprti PKI dll.” Mengingat Blitar adalah salah satu pusat PKI di Nusantara, “Kelamnya sejarah PKI waktu itu, dimana mereka (PKI) melakukan pembantaian terhadap Kyai-kyai yang ada di Jawa Timur, dan salah satunya adalah di Blitar ini.” Tegas Syamsul lagi.

Selain daripada itu “Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan pengobatan pengobatan sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Thibunnabawi).” Lanjut Samsul. Dengan dikenalnya Thibunnabawi oleh warga / masyarakat lebih luas, maka kita sebagai Muslim harus bangga dengan metode pengobatan Islami yang sesuai tuntunan Rasulullah ini bahkan patennya tidak diragukan lagi Bi’idznillah

Sementara itu ketua Me-DAN Pusat Dr. Didik Sulasmono mengatakan. “Pengobatan ini sebenernya sudah sangat singkron dengan pengobatan modern,  sangat na’if bagi kita jika Thibunnabawi itu hanya diartikan sebatas kedokteran Alternatif saja, padahal banyak orang  belum tahu bahwa dasar-dasar pengobatan modern saat ini ter-ilhami dari Thibunnabawi tersebut,” ujarnya.

Do’aka kami Relawan Me-DAN untuk terus istiqomah berkomitmen “Merajut Ukhuwah Peduli Sesama” hingga Allah Redha atas apa yang kita semua upayakan. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.
(Fndr/Me-DAN.com)

2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*